Guru di Dompu Siap Turun Jalan, Ancam Demo Besar-besaran Terkait Dugaan Pemblokiran Rekening TPG di BNI -->

Header Menu

Guru di Dompu Siap Turun Jalan, Ancam Demo Besar-besaran Terkait Dugaan Pemblokiran Rekening TPG di BNI

Kamis, 07 Mei 2026

Guru di Dompu Siap Turun Jalan, Ancam Demo Besar-besaran Terkait Dugaan Pemblokiran Rekening TPG di BNI



Revolution Dompu. — Ribuan guru di Kabupaten Dompu dikabarkan siap turun ke jalan dan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran menyusul dugaan pemblokiran rekening Bank BNI yang digunakan untuk penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) tahun 2026.


Gelombang protes para tenaga pendidik itu muncul setelah banyak guru mengeluhkan belum cairnya tunjangan profesi yang menjadi hak mereka.


Rekening Bank BNI yang digunakan sebagai jalur penyaluran TPG disebut mengalami pemblokiran sehingga proses pencairan terhambat.


Kondisi tersebut memicu keresahan besar di kalangan guru, karena TPG merupakan sumber pendapatan penting untuk memenuhi kebutuhan keluarga, biaya pendidikan anak, hingga menunjang aktivitas mengajar sehari-hari.


Persoalan ini mencuat setelah beredarnya surat resmi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Dompu Nomor 900/3240/Dikpora/2026 tertanggal 5 Mei 2026 yang ditujukan kepada Kepala Bank NTB Syariah Cabang Dompu dan Kepala Bank BNI Cabang Dompu terkait mekanisme pembayaran Tunjangan Profesi Guru tahun 2026.


Dalam surat tersebut ditegaskan bahwa pembayaran TPG dilakukan setiap bulan sesuai ketentuan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2026.


Tunjangan profesi diberikan sebesar satu kali gaji pokok dan disalurkan langsung ke rekening guru ASN daerah setelah memenuhi seluruh persyaratan administrasi pemerintah.


Namun di lapangan, sejumlah guru mengaku hingga kini belum menerima hak mereka akibat rekening yang diduga diblokir oleh pihak bank.


“Kami hanya ingin hak kami dibayarkan. Jangan persulit guru dengan persoalan yang tidak jelas. Kalau ini terus dibiarkan, kami siap melakukan aksi besar-besaran,” ujar salah seorang guru kepada media ini.


Para guru mendesak pemerintah daerah dan pihak perbankan segera memberikan penjelasan terbuka terkait status rekening yang terdampak serta memastikan pencairan TPG berjalan normal tanpa hambatan.


Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Dompu, Drs. H. Rifaid, M.Pd, menegaskan bahwa penyaluran TPG tahun 2026 telah dilakukan sesuai petunjuk teknis pemerintah pusat dan dibayarkan setiap bulan.


Ia berharap adanya koordinasi dan kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan pihak perbankan agar hak para guru tidak terhambat.


Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Dompu, Drs. Muhammad Yamin, turut menyampaikan keprihatinannya atas persoalan tersebut. Ia menilai dugaan pemblokiran rekening yang berdampak pada keterlambatan pencairan TPG harus segera diselesaikan.


“Setelah kami hubungi pihak bank, pimpinan Cabang BNI Dompu tidak berani memberikan keterangan dan hanya mengarahkan ke pimpinan pusat,” ujarnya.


Pada Kamis, 8 Mei 2026, pimpinan Cabang BNI Dompu, Suryawan, juga didatangi awak media di ruang kerjanya. 


Namun ia belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan pemblokiran rekening tersebut dan menyebut persoalan itu menjadi kewenangan pihak BNI pusat.


Hingga berita ini diterbitkan, para guru masih menunggu kepastian terkait pencairan TPG mereka.


Jika tidak ada langkah konkret dari pihak terkait, para guru penerima TPG di Kabupaten Dompu menegaskan akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran sebagai bentuk protes terhadap dugaan pemblokiran rekening yang dinilai merugikan para tenaga pendidik.

(RV.01)