Diduga Puskesmas Kempo Abaikan Pasien Kritis -->

Header Menu

Diduga Puskesmas Kempo Abaikan Pasien Kritis

Minggu, 10 Mei 2026

Diduga Puskesmas Kempo Abaikan Pasien Kritis



Revolution Dompu – Dugaan kelalaian pelayanan kembali mencoreng dunia kesehatan di Kabupaten Dompu. 


Seorang ibu hamil asal Desa Ta’a, Kecamatan Kempo, dikabarkan tidak mendapat penanganan cepat saat dilarikan ke Puskesmas Kempo dalam kondisi kritis, Sabtu malam (09/05/2026) sekitar pukul 18.30 WITA.


Peristiwa ini memicu kekecewaan mendalam dari pihak keluarga pasien. Pasalnya, korban yang diketahui berusia 43 tahun dan tengah hamil besar mengalami sesak napas parah, namun disebut tidak segera mendapatkan tindakan medis dari petugas yang berjaga.


Salah seorang keluarga pasien yang enggan disebutkan namanya menuturkan bahwa mereka datang dengan harapan besar agar pasien segera ditangani. 


Namun harapan itu justru berubah menjadi kepanikan dan rasa kecewa.


“Kami sangat kecewa dengan pelayanan di Puskesmas Kempo. Kami datang membawa pasien dalam kondisi darurat, tetapi lebih dari satu jam tidak ada tindakan apa pun. Seolah-olah nyawa pasien diabaikan,” ungkapnya.


Melalui sambungan WhatsApp kepada awak media. Menurut keterangan keluarga, pasien hanya dibiarkan menunggu tanpa adanya upaya penanganan medis yang jelas. 


Kondisi tersebut membuat keluarga semakin panik karena pasien merupakan ibu hamil dengan kondisi kesehatan yang terus menurun.


Mereka menilai sikap petugas kesehatan tersebut tidak mencerminkan profesionalisme tenaga medis, bahkan dianggap keluar dari koridor tugas dan tanggung jawab pelayanan kesehatan kepada masyarakat.


“Ini sangat tidak manusiawi. Bagaimana mungkin pasien kritis dibiarkan menunggu begitu lama tanpa pertolongan? Padahal kami datang meminta bantuan medis,” tambahnya dengan nada kecewa.


Karena khawatir kondisi pasien semakin memburuk, pihak keluarga akhirnya memutuskan membawa pasien ke Rumah Sakit Pratama Manggelewa untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.


Setibanya di rumah sakit tersebut, pasien dikabarkan langsung mendapatkan pertolongan medis dari tenaga kesehatan yang bertugas.


“Kami takut terjadi sesuatu terhadap Ibu St. Aminah dan bayinya. Karena tidak ada tindakan di Puskesmas Kempo, kami langsung larikan ke RS Pratama. Alhamdulillah setibanya di sana pasien langsung ditangani,” jelas keluarga pasien.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak Puskesmas Kempo belum berhasil dikonfirmasi, baik secara langsung maupun melalui sambungan telepon, guna memberikan klarifikasi terkait dugaan kelalaian pelayanan tersebut.


Peristiwa ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi instansi terkait, mengingat pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang menyangkut keselamatan nyawa manusia.(RV.TIM)