WARNING! MBG “NAKAL” DI DOMPU JADI SOROTAN MAKANAN TIDAK LAYAK DI KOSUMSI -->

Header Menu

WARNING! MBG “NAKAL” DI DOMPU JADI SOROTAN MAKANAN TIDAK LAYAK DI KOSUMSI

Jumat, 24 April 2026

WARNING! MBG “NAKAL” DI DOMPU JADI SOROTAN MAKANAN TIDAK LAYAK DI KOSUMSI



Revolution Dompu. – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi solusi peningkatan gizi bagi siswa, kini justru menuai sorotan tajam di Kabupaten Dompu. Temuan di lapangan mengindikasikan adanya dugaan kelalaian serius dalam penyajian makanan kepada peserta didik.


Pada Jumat (24/04/2026), pantauan media ini di salah satu SDN di Dompu menunjukkan kondisi yang memprihatinkan.


Sejumlah siswa mengeluhkan kualitas makanan yang mereka terima. Nasi yang dibagikan disebut masih setengah matang dan bertekstur keras, sementara lauk dan sayur dinilai tidak menggugah selera.


Keluhan tersebut bukan sekadar isapan jempol. Salah satu siswa, yang identitasnya dirahasiakan, secara jujur mengungkapkan alasan dirinya enggan menghabiskan makanan di sekolah.


“Nasinya keras dan belum matang, sayurnya juga kurang enak,” ujarnya polos.


Fenomena ini memunculkan tanda tanya besar: apakah standar kelayakan makanan benar-benar diterapkan?


Di sisi lain, pihak penyedia MBG membantah adanya kelalaian. Melalui klarifikasi via telepon, mereka menegaskan bahwa proses pengolahan makanan telah mengikuti standar HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point). 


Bahkan, mereka mengimbau siswa agar tidak membawa pulang makanan.


“Tidak disarankan dibawa pulang karena berpotensi melewati masa inkubasi bakteri. Kami sudah melakukan kontrol sesuai SOP di tiap sekolah,” ungkap salah satu staf ahli MBG.


Namun, bantahan tersebut tidak serta-merta meredam kritik publik.

Tokoh pemuda Dompu, Damar, justru angkat suara keras. 


Ia menilai ada kejanggalan dalam sistem pengadaan bahan pangan yang diduga berasal dari luar daerah seperti Surabaya dan Lombok.


“Ini sudah keluar dari roh program. Dompu punya pasar sendiri yang lengkap. Kenapa harus belanja ke luar daerah?” tegasnya.


Damar juga memberikan warning keras kepada pihak pengelola MBG agar tidak bermain-main dengan program yang menyangkut kebutuhan dasar anak-anak.

“Kami akan kawal ketat. Jika ada indikasi penyimpangan, kami tidak segan melaporkan bahkan mendorong penutupan MBG yang nakal,” tandasnya.


Kasus ini menjadi alarm serius bagi semua pihak. Program yang menyangkut kesehatan dan masa depan generasi muda tidak boleh dijalankan asal-asalan.


Media ini menegaskan akan terus melakukan investigasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan MBG di Dompu. 


Jika terbukti ada pelanggaran standar, maka tindakan tegas harus segera diambil.


Jangan sampai program bergizi berubah jadi ancaman bagi kesehatan anak-anak. (RV.01)