![]() |
| Kades Kwangko Tolak Pemindahan Babinsa, Harap TNI Dengarkan Aspirasi Warga |
Revolution Dompu. – Kepala Desa Kwangko, Nursalam, secara tegas menyampaikan penolakan atas rencana pemindahan Babinsa Desa Kwangko, Serka Budiman. Hal ini disampaikannya saat dikonfirmasi langsung oleh media pada Jumat (24/4/2026) di ruang kerjanya, Kantor Desa Kwangko, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.
Nursalam menjelaskan bahwa pernyataannya yang sebelumnya beredar di media sosial merupakan bentuk aspirasi bersama antara pemerintah desa dan masyarakat.
Ia menegaskan, keberadaan Serka Budiman sebagai Babinsa sangat berarti, terlebih karena yang bersangkutan merupakan putra asli Desa Kwangko.
“Kami masih dalam suasana duka atas kepergian almarhum Koptu Arfian, yang juga merupakan Babinsa sekaligus putra terbaik desa kami. Setelah itu, kami merasa terhibur karena penggantinya, Serka Budiman, juga berasal dari desa ini,” ujar Nursalam.
Namun, lanjutnya, kabar terkait rencana pemindahan Serka Budiman justru menimbulkan keterkejutan di tengah masyarakat.
Menurutnya, kehadiran Babinsa yang merupakan putra daerah memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan desa.
“Kami kaget mendengar rencana pemindahan ini.
Padahal, kami baru saja berdiskusi dengan beliau tentang langkah-langkah membangun desa ke arah yang lebih baik,” katanya.
Nursalam menilai, kedekatan emosional antara Babinsa dan masyarakat menjadi faktor utama terciptanya situasi yang aman dan kondusif. Ia menyebut, segala bentuk persoalan di desa akan lebih mudah diselesaikan secara kekeluargaan apabila Babinsa berasal dari lingkungan setempat.
“Kalau terjadi sesuatu di desa, kami bisa menyelesaikannya dengan aman dan damai karena masih dalam ikatan kekeluargaan.
Saran dari Babinsa yang merupakan putra desa tentu lebih dihargai dan didengar oleh masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya respons cepat dalam pelayanan kepada masyarakat, yang selama ini berjalan optimal berkat koordinasi intensif dengan Babinsa.
“Pelayanan kepada masyarakat berlangsung 24 jam. Kapan pun dibutuhkan, bahkan tengah malam sekalipun, kami bisa langsung berkoordinasi dengan Babinsa,” imbuhnya.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Desa Kwangko bersama tokoh masyarakat berencana untuk menghadap langsung Komando Rayon Militer (Danramil) dan Komando Distrik Militer (Dandim) guna menyampaikan aspirasi tersebut.
“Kami berharap kepada pimpinan TNI, mulai dari Danramil hingga Dandim, agar dapat mendengarkan dan mempertimbangkan suara masyarakat Desa Kwangko. Dalam waktu dekat, kami akan datang langsung untuk menyampaikan harapan ini,” tegas Nursalam.
Ia pun berharap keputusan terkait penugasan Babinsa dapat mempertimbangkan kondisi sosial dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa, demi menjaga stabilitas serta keberlanjutan pembangunan di Desa Kwangko.(TIM)
