MBG Dorotangga Salurkan 1.985 Menu Kering Bulan Puasa untuk Penerima Manfaat, Komitmen Nyata Tingkatkan Gizi Masyarakat -->

Header Menu

MBG Dorotangga Salurkan 1.985 Menu Kering Bulan Puasa untuk Penerima Manfaat, Komitmen Nyata Tingkatkan Gizi Masyarakat

Rabu, 04 Maret 2026

MBG Dorotangga Salurkan 1.985 Menu Kering untuk Penerima Manfaat, Komitmen Nyata Tingkatkan Gizi Masa rakat




Revolution Dompu.– Komitmen meningkatkan kualitas gizi masyarakat terus diwujudkan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh Yayasan Nusa Tenggara Membangun di Kelurahan Dorotangga, Kabupaten Dompu.


Program yang menjadi bagian dari gerakan peningkatan kesehatan masyarakat ini kembali menyalurkan 1.985 menu kering kepada para penerima manfaat selama masa puasa.


Penyaluran MBG tersebut dilakukan secara terorganisir dan terjadwal agar seluruh penerima manfaat dapat terlayani dengan baik serta merasakan manfaat program secara merata.

Asisten Lapangan SPPG Dorotangga, Jaharudin, SKM, menjelaskan bahwa distribusi bantuan dilakukan dengan sistem yang telah disusun secara sistematis.


Hal ini bertujuan untuk menjaga ketertiban sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran. 


"Program MBG di Dorotangga terus berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Selama masa puasa, penyaluran menu kering tetap kami lakukan secara rutin agar bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.


Fokus pada Kelompok Rentan dan Pelajar
Program MBG Dorotangga memprioritaskan kelompok masyarakat yang tergolong B3, yakni ibu hamil, balita, dan ibu menyusui.


Kelompok ini menerima bantuan makanan senilai Rp10.000 per porsi, sebagai upaya memenuhi kebutuhan nutrisi yang sangat penting bagi kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak.


Selain itu, program ini juga memberikan perhatian khusus kepada para pelajar di berbagai jenjang pendidikan.


Untuk PAUD, balita, serta siswa SD kelas 1, 2, dan 3, bantuan makanan diberikan senilai Rp8.000 per porsi.


Sementara itu, bagi siswa SD kelas 4, 5, 6 hingga pelajar SMP dan SMA, bantuan makanan diberikan senilai Rp10.000 per porsi.


Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak usia sekolah agar mereka dapat menjalani proses belajar dengan kondisi fisik yang lebih sehat, kuat, dan optimal.


Pengawasan Ketat dan Standar Higienis
Kepala SPPG, Muh. Al-Fayyadh Luhulima, SH, menegaskan bahwa setiap tahapan dalam proses penyaluran makanan dilakukan dengan standar kebersihan yang ketat. “Kami memastikan makanan maupun bahan yang disalurkan berada dalam kondisi higienis.


Proses pengawasan dilakukan secara langsung sejak bahan baku datang hingga proses pendistribusian kepada penerima manfaat,” ungkapnya.


Pengawasan tersebut juga diperkuat oleh Putri Aprilia Arjayanti, S.Gz, selaku ahli gizi dalam program MBG Dorotangga. Ia melakukan pemantauan kualitas makanan serta proses distribusi secara intensif, bahkan hingga 24 jam, guna memastikan bantuan yang diberikan memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan.


Dipantau Kementerian Kesehatan Pelaksanaan program ini juga mendapatkan perhatian dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.


Pejabat Fungsioonal Ahli Media Kementerian Kesehatan, Arifuddin, SKM, turut memantau kondisi lapangan dalam pelaksanaan MBG Dorotangga.


Ia menekankan pentingnya menjaga standar higienitas dan kualitas bahan pangan yang disalurkan kepada masyarakat.


“Setiap makanan maupun buah yang disalurkan harus memenuhi standar kebersihan dan kualitas. Buah yang diberikan juga harus dalam kondisi segar agar manfaat gizinya benar-benar dirasakan oleh penerima,” ujarnya.


Arifuddin juga berharap pihak pengelola program MBG dapat terus menjaga ketelitian dalam pengelolaan makanan, terutama dalam menjaga higienitas dan kebersihan selama proses distribusi.


Kontribusi Nyata bagi Kesehatan Masyarakat
Melalui penyaluran 1.985 menu kering kepada masyarakat penerima manfaat, Program MBG di Kelurahan Dorotangga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan dan generasi muda.

Dengan pelaksanaan yang konsisten serta pengawasan yang ketat, program ini tidak hanya menjadi bentuk bantuan sosial semata, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam membangun generasi yang lebih sehat, kuat, dan berkualitas di Kabupaten Dompu. (RV.01)