![]() |
| MODUS PROYEK FIKTIF SERET NAMA GUBERNUR NTB, WARGA DOMPU BERANG: MERASA DITIPU “PAKET DIREKTIF GUBERNUR” |
Revolution Dompu. — Gelombang kemarahan warga Dompu kini tak terbendung! Aroma skandal penipuan proyek fiktif menyeruak tajam ke permukaan, setelah sejumlah warga mengaku menjadi korban permainan licik oknum yang mengatasnamakan “orang dekat Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB)”.
Dengan dalih penyaluran “Paket Direktif Gubernur” menjelang pelantikan kepala daerah, oknum tersebut diduga menjerat para korban melalui bujuk rayu proyek pemerintah bernilai miliaran rupiah. Modusnya rapi, meyakinkan, dan dibalut klaim kedekatan dengan lingkar kekuasaan provinsi.
Salah satu korban, sebut saja FZ menceritakan kisah pilunya kepada Revolution Dompu, Senin (03/11/2025) malam setelah Ba,da isyah di kediaman nya
Ia dijanjikan proyek pembangunan bernilai besar, asalkan lebih dulu menyetorkan “komitmen awal” sebagai tanda keseriusan kerja sama.
"Katanya proyek ini bagian dari paket direktif gubernur dan harus segera diproses sebelum pelantikan. Kami disuruh transfer dulu, nanti proyeknya dijamin cair,” ujar FZ dengan nada getir.
Tak tanggung-tanggung, FZ mengaku telah mentransfer uang hingga kurang lebih Rp500 juta ke rekening oknum tersebut. Dana itu disebut sebagai biaya administrasi proyek dan tanda jadi.
Dia mengaku orang dalam, bahkan disebut tim sukses partai besar. Kami percaya. Semua bukti transfer masih saya simpan,” lanjut FZ
Namun, janji tinggal janji. Hingga kini, proyek yang dijanjikan tak pernah muncul batang hidungnya. Para korban mulai sadar telah masuk dalam perangkap rapi berkedok proyek pemerintah.
Kasus ini langsung mengguncang publik NTB. Nama Gubernur NTB ikut terseret dalam pusaran isu, meski hingga kini belum ada bukti keterlibatan langsung.
Masyarakat menuntut klarifikasi resmi dari Pemerintah Provinsi NTB, agar nama baik pejabat tidak terus dicatut oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab.
Kami sudah hitung semua uang yang keluar. Kalau proyek itu tidak ada, uang kami harus dikembalikan. Kalau tidak, kami akan lapor ke aparat penegak hukum!” tegas FZ dengan nada penuh emosi.
Tim redaksi Revolution Dompu telah berupaya mengonfirmasi Putrawan, Sekretaris PSI NTB, yang disebut-sebut sebagai salah satu penerima aliran fee proyek tersebut.
Namun, hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. Panggilan telepon tidak diangkat dan pesan konfirmasi yang dikirimkan redaksi tak mendapat balasan.
Kini, warga Dompu mendesak aparat penegak hukum untuk turun tangan membongkar jaringan penipuan ini hingga ke akar. Mereka menegaskan tidak akan tinggal diam jika uang ratusan juta yang telah disetorkan tak dikembalikan.
Kasus dugaan modus proyek fiktif berkedok ‘Paket Direktif Gubernur’ ini masih terus berkembang.
Revolution Dompu akan terus menelusuri dan menyajikan fakta-fakta terbaru demi transparansi publik. (RV.01)
