PC GP Ansor Dompu Mengecam Trans 7: Tayangan “Xpose Uncensored” Cemari Marwah Pesantren dan Kiai NU -->

Header Menu

PC GP Ansor Dompu Mengecam Trans 7: Tayangan “Xpose Uncensored” Cemari Marwah Pesantren dan Kiai NU

Selasa, 21 Oktober 2025

PC GP Ansor Dompu Mengecam Trans 7: Tayangan “Xpose Uncensored” Cemari Marwah Pesantren dan Kiai NU



Revolution Dompu. - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Dompu dengan tegas mengecam program siaran Xpose Uncensored yang ditayangkan oleh stasiun televisi nasional Trans 7. Ketua PC GP Ansor Dompu, Benyamin, S.Pd., menilai program tersebut telah mencederai kehormatan pesantren serta merendahkan marwah para kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU).


“Pesantren adalah lembaga yang telah menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan sejak lama. Tayangan tersebut sangat tidak pantas dan menyakitkan bagi kami,” ujar Benyamin dalam pernyataannya di acara peringatan Hari Santri di Kecamatan Manggelewa, Rabu 22/10/2025.


Benyamin menegaskan bahwa Trans 7 telah melanggar kode etik jurnalistik karena gagal melakukan verifikasi fakta sebelum menayangkan konten yang berpotensi menyesatkan publik dan merusak citra pesantren.


“Ini bukan hanya kesalahan teknis, tetapi bentuk nyata penghinaan terhadap institusi pesantren yang selama ini menjadi benteng moral dan pendidikan bangsa,” tegasnya.


GP Ansor Dompu secara resmi menuntut Trans 7 untuk segera melakukan klarifikasi terbuka dan menyampaikan permintaan maaf kepada publik, khususnya kepada pesantren dan para kiai NU yang merasa dirugikan oleh tayangan tersebut.


Lebih lanjut, Benyamin meminta agar lembaga pengawas seperti Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) segera turun tangan dan memberikan sanksi tegas kepada Trans 7 atas pelanggaran tersebut.


“Reporter atau tim produksi yang bertanggung jawab atas tayangan itu harus diproses secara hukum dan dipecat karena telah melanggar prinsip dasar jurnalistik,” tambahnya.


Sebagai bentuk tanggung jawab moral, PC GP Ansor Dompu juga mengimbau kepada seluruh insan media, khususnya di wilayah Kabupaten Dompu, untuk tetap menjunjung tinggi profesionalitas dan integritas dalam menjalankan fungsi informasi publik.


“Kami juga mengajak masyarakat agar lebih kritis dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi kebenarannya,” pungkas Benyamin. ( RV.01)