![]() |
| Akibat Janji Manis Hampir 21 Tahun, Ratusan Warga Desa Jala Segel PT Rangga Eka Pratama (Cakre) dan Usir Pekerja |
Revolution Dompu. — Ratusan warga bersama Karang Taruna Desa Jala melakukan aksi demonstrasi dan penyegelan terhadap PT Rangga Eka Pratama, yang dikenal dengan nama Cakre, pada Rabu pagi 27/08/2025, mulai pukul 08.45 WIB hingga 12.00 WIB. Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan masyarakat atas janji-janji perusahaan yang dinilai tidak pernah direalisasikan selama hampir 21 tahun beroperasi di wilayah tersebut.
Massa aksi mengusung isu utama bertajuk "Rakyat Bersuara, Desa Jala Berduka, Cakre Wajib Disingkirkan" dan menyuarakan lima tuntutan utama, yakni:
1. PT Rangga Eka Pratama diminta segera memperbaiki lahan warga yang rusak akibat banjir, yang diduga dipicu oleh aktivitas penggalian C yang tidak sesuai aturan.
2. Menghentikan pencemaran udara akibat debu dari proses penggilingan.
3. Memberhentikan seluruh aktivitas yang merusak ekosistem alam di lingkungan Desa Jala.
4. Tidak membuang bahan kimia dan limbah secara sembarangan yang berdampak pada lingkungan.
5. Tidak merusak habitat alami di wilayah desa.
Koordinator lapangan, Aristo Senja, menyatakan bahwa masyarakat telah bersabar terlalu lama tanpa mendapatkan kejelasan atau tindakan nyata dari pihak perusahaan.
Aksi ini kami gelar karena sudah hampir 21 tahun sejak 2004, PT Cakre hanya memberikan janji-janji kosong. Banyak lahan warga yang digarap sembarangan, dan sungai yang dulu kecil kini melebar akibat penggalian. Jika terjadi tsunami, Desa Jala bisa tenggelam," ungkap Aristo di hadapan massa.
Situasi memanas saat pihak perusahaan tidak memberikan respon atau menemui warga. Akibatnya, massa mengambil alih lokasi perusahaan, mengusir seluruh pekerja, dan langsung melakukan penyegelan terhadap seluruh aktivitas operasional PT Rangga Eka Pratama.
Dalam orasinya, salah satu warga, Dedi Harianto, menyampaikan bahwa ketidakhadiran Direktur PT Rangga Eka Pratama, yang diketahui bernama Ibu Tini, menunjukkan sikap tidak hormat terhadap rakyat.
Kita datang ingin bertemu langsung dengan Ibu Tini. Tapi karena beliau tidak bersedia menemui kita, saya instruksikan kepada seluruh massa untuk mengusir semua pekerja dan menyegel PT Cakre. Ini bentuk ketegasan rakyat,” ujar Dedi disambut sorakan massa.
Sementara itu, Koordinator Umum, Jhonluck, memberikan peringatan keras agar tidak ada pihak yang membuka segel secara sepihak.
Siapapun yang berani membuka segel ini, kami pastikan akan berhadapan langsung dengan rakyat. Tidak boleh ada aktivitas apapun sebelum Direktur hadir dan menemui kami di Kantor Desa Jala,” tegasnya saat konferensi pers di depan gerbang utama perusahaan.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas PT Rangga Eka Pratama masih terhenti total, dan massa aksi menyatakan akan tetap bersiaga hingga tuntutan mereka dipenuhi.(RV.Aristo Senja)
