Pernyataan Mengejutkan soal Gas Beracun di Lokasi Tambang Picu Reaksi Warganet -->

Header Menu

Pernyataan Mengejutkan soal Gas Beracun di Lokasi Tambang Picu Reaksi Warganet

Kamis, 08 Mei 2025

Sebuah pernyataan dari Ketua DPRD Dompu, ir. Muttakun, mengejutkan publik setelah mengungkapkan bahwa tidak ditemukan gas beracun Hidrogen Sulfida (H₂S) saat kunjungan kerja ke lokasi tambang yang dikelola oleh PT. Sumbawa Timur Mining (STM). Informasi ini disebut sudah dikonfirmasi oleh pihak STM.







Revolution Dompu. – Sebuah pernyataan dari Ketua DPRD Dompu, ir. Muttakun, mengejutkan publik setelah mengungkapkan bahwa tidak ditemukan gas beracun Hidrogen Sulfida (H₂S) saat kunjungan kerja ke lokasi tambang yang dikelola oleh PT. Sumbawa Timur Mining (STM). Informasi ini disebut sudah dikonfirmasi oleh pihak STM.

"Pada saat kunjungan, tidak ditemukan adanya H2S (Hidrogen Sulfida/Gas beracun) sehingga lokasi sekitar aman dikunjungi meskipun tanpa menggunakan masker," ujar Muttakun dalam pernyataan resminya lewat Video akun Facebooknya.

Namun, pernyataan tersebut justru menimbulkan pertanyaan baru di kalangan warganet. Banyak yang mempertanyakan mengapa papan peringatan bertuliskan "Respirator Wajib Dipakai – Bahaya Gas Beracun H₂S" masih terpampang besar di sekitar kolam, apabila memang tidak ditemukan kadar gas tersebut saat kunjungan.
Ironisnya, PT. STM selama ini dikenal luas atas komitmennya dalam menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Perusahaan bahkan kerap menerima penghargaan atas kepatuhan terhadap prosedur K3 dalam setiap aktivitas eksplorasi.

Namun dalam video kunjungan resmi yang belakangan viral di media sosial, terlihat bahwa tamu dari DPRD Dompu, dan instansi pemerintah tidak menggunakan alat pelindung pernapasan. 

Hal ini dinilai janggal oleh publik, mengingat papan peringatan tetap menyebutkan bahwa  penggunaan respirator adalah kewajiban di area tersebut.

Bagaimana bisa STM yang selama ini dikenal sangat ketat dalam urusan K3 justru mengabaikan penggunaan alat pelindung dalam kunjungan resmi?" tulis seorang warganet di media sosial.

Sebagai informasi, gas Hidrogen Sulfida (H₂S) merupakan limbah beracun yang dapat terbentuk di tambang emas dan tembaga akibat reaksi mineral sulfida—seperti kalkopirit, sfalerit, dan galena—dengan air dan udara. Gas ini dapat terlepas ke udara atau larut dalam air, sehingga berpotensi membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia.

Viralnya video kunjungan tanpa alat pelindung tersebut kini menjadi sorotan, memicu keraguan publik terhadap konsistensi penerapan K3 oleh PT. STM, khususnya dalam penanganan risiko paparan gas beracun seperti H₂S. ( RV.01)