Pekerjaan Jalan Usaha Tani So Padende Kab.Bima NTB Diduga Proyek Siluman -->

Header Menu

Pekerjaan Jalan Usaha Tani So Padende Kab.Bima NTB Diduga Proyek Siluman

Minggu, 24 November 2024

Pekerjaan Jalan Usaha Tani So Padende Kab.Bima NTB Diduga  Proyek Siluman



Revolution Dompu. — Proyek pembukaan jalan usaha tani di dua lokasi, yakni So Lareda dan So Wadu Udu di Desa Bumipajo, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima NTB Dinilai tidak transparan, karena banyak sorotan masyarakat dan sejumlah pihak mempertanyakan keberadaan Proyek diduga siluman. 


Proyek yang dijalankan tanpa adanya papam keterbukaan publik terkait Papan informasi sejumlah nilai penggunaan anggaran dan besar pagudana dan masa pelaksanaan proyek tersebut.

Kepala Dusun Padende, Salim, mengungkapkan pada salah satu media bahwa pekerjaan jalan yang dibuka memiliki dua lokasi berbeda dengan panjang masing-masing sekitar 1,4 kilometer di So Lareda dan 1,2 kilometer di So Wadu Udu, itu pun di perkirakan, katanya.


Salah satu warga saat melintas dilokasi pun sempat menyampaikan rasa tidak puas dan kecewa terkait adanya proyek yang dikerjakan, itu seakan akan pekerjaan yang dikerjakan adalah proyek siluman kami tanda tanya anggaran dari mana, ucapnya.


tambahnya, terkait adanya proyek ini Kami sangat mendukung proyek, tetapi sebagai masyarakat, kami punya hak untuk tahu. Informasi seperti sumber dana, nilai proyek, dan siapa pelaksananya sangat penting, apalagi biasanya ada papan informasi proyek," katanya.


Keberadaan kontraktor proyek pun menjadi tanda tanya. Ketika sejumlah wartawan mencoba menghubungi kontraktor bernama Pian untuk meminta klarifikasi, ia tak memberikan tanggapan. Panggilan telepon dan pesan WhatsApp dari media juga tidak direspons, bahkan hingga berita ini diterbitkan. Pian juga dilaporkan tidak pernah hadir di lokasi proyek, meski beberapa pihak telah berupaya mencarinya.


Kepala Desa Bumipajo, yang seharusnya memberikan penjelasan, tidak berada di tempat saat dimintai keterangan oleh awak media.


Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah untuk memastikan transparansi dan kualitas pelaksanaan proyek ini. "Kami tidak ingin proyek ini hanya menjadi formalitas tanpa manfaat nyata bagi petani," ujar salah seorang warga.


Setelah dihubungi beberapa kali lewat via telpon nomor kontaknya kontraktor atas nama Pian untuk perimbangan beritanya, tidak pernah dibalas dan diangkat handphonenya, sehingga hari ini berita terlansirkan. (RV.01)