Pemicu Harga Gabah Turun, Akibat Gudang Beberapa Pengusaha Mulai Numpuk Oleh Gabah Hasil Serapan -->

Header Menu

Pemicu Harga Gabah Turun, Akibat Gudang Beberapa Pengusaha Mulai Numpuk Oleh Gabah Hasil Serapan

Jumat, 08 Maret 2024

 Pemicu Harga Gabah Turun, Akibat Gudang Beberapa Pengusaha Mulai Numpuk Oleh Gabah Hasil Serapan


Revolution Dompu. – Terkaait dengan Penurunan harga gabah di tingkat petani salah satu pemicunya karena gudang – gudang pengusaha yang ada, sudah mulai dipenuhi oleh gabah hasil serapan selama ini. Sehingga para pengusaha mulai membatasi penyerapan gabah petani. “Kita berharap harga – harga ini tetap stabil, sehingga tetap bisa memberi keuntungan bagi petani dan tidak membebani warga dalam membeli beras,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Muhammad Syahroni, SP, MM, kepada wartawan Kamis, 07/03/2024.


Harga gabah petani di Kabupaten Dompu mengalami penurunan dalam pekan ini hingga Rp5.600 per kg untuk gabah kering panen (GKP). Jika dibandingkan minggu Minggu lalu, harga GKP sekitar Rp6.300 per kg dan penurunan harga gabah ini mulai berdampak pada harga beras.


Muhammad Syahroni, Sp.MM, mengatakan, berdasarkan hasil pengamatan oleh petugas informasi pasar (PIP) Dinas Pertanian pada 1 Maret lalu, harga GKP sebesar Rp. 6.300 per kg dan gabah kering giling (GKG) sebesar Rp. 8.600 dan harga berasnya Rp. 15.000 per kg di tingkat petani. Sementara di tingkat pengecer, harga beras medium Rp.16.0000 per kg.



Untuk harga jagung di tingkat petani sebesar Rp. 6.000 per kg dan di tingkat pengecer sebesar Rp.7.000 per kg. Sementara kondisi pada 6 Maret, GKP sebesar Rp5.600 per kg dan gabah kering giling (GKG) sebesar Rp7.500 dan harga berasnya Rp14 000 per kg di tingkat petani. Sementara di tingkat pengecer, harga beras medium Rp15 000 per kg. “Penurunan harga gabah ini seiring dengan gudang – gudang yang informasinya sudah mulai terisi,” pungkasnya (RV.O1.RL)