![]() |
| Kegiatan Anggaran Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Tahun 2023 |
Revolution Dompu. -Kegiatan Anggaran Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Tahun 2023 dengan pagu dana senilai 500 Juta Rupiah yang di kerjakan secara swakelah oleh kelompok yang ada di tingkat desa diduga tidak sesui Aturan dalam Rencana Kegiatan Sesuai RAB.
Proyek yang bersumber dari anggaran APBN di disalurkan pada kelompok swadaya yang ada untuk peningkatan infrastruktur jalan dan lainya, selain itu juga, Program PISEW ini di ketahui sifatnya terkoneksi antara dua desa.
Artinya, program tersebut, skala prioritas agar terkoneksi antara satu desa ke desa yang lain, yakni desa Baka jaya dan Desa Nowa.
Menurut Sumber yang ditemui yakni beberapa masyarakat, manyampaikan kepada Wartawan yakni
Seperti misalnya Pengalian Talut yang di lakukan seharusnya 20 cm kedalamannya, namun dilapangan pihak pelaksana beserta anggotanya hanya mengali pada kedalaman 1,2 dan 1,8 cm saja.
Begitu juga dengan bahan yang digunakan pada pekerjaan tersebut, dimana di dalam aturan di ketahui harus mengunakan batu belah, bukan batu gunung dan berkapur seperti itu, paparnya.
Seorang pekerja (buruh red) ditempat itu, saat dikonfirmasi, membenarkan jika kedalaman pengalian itu sekitar 20 cm, diatas tanah timbunan yang ada di jalan sekitar.
"Penggalian Talud dengan kedalaman 20 cm sebenarnya, namun di lokasi dengan kondisi sedikit berbatu dan keras ada juga yang tidak memenuhi 20 cm, itu juga saya liat di beberapa titik, ini saja saya gali masih ada yang di lakukan perbaikan lagi sampai mencapai 20 cm, jika tidak, pasti hasil pengalian saya tidak di bayar oleh pelaksananya, "terangnya.
Ketua Pelaksana Proyek PISEW Abdu Latif menjelaskan dan membenarkan adanya kegiatan program peningkatan jalan seperti talud yang di kerjakan ini ada sekitar 922 meter panjangnya, proyek tersebut bersumber dari kementerian PUPR RI melalui anggaran APBN tahun 2023, senilai 500 Juta rupiah.
"Di dua desa ini beranggotakan 6 orang dari desa Matua 6 orang hingga berjumlah 12 orang anggota. Dalam pembuatan Pekerjaan talud yang dilakukan oleh kelompok swadaya di dua desa tersebut,"terangnya.
Lanjutnya, kami sebelumnya sudah mengikuti pelatihan, baik di tingkat daerah maupun di tingkat provinsi, di daerah lokasinya di aula kantor camat Woja, sedangkan di Mataram kemarin pelatihan kami sudah lakukan. Disinggung terkait adanya dugaan temuan pekerjaan !, kami sedang melakukan pekerjaan dan belum selesai masih banyak tahap perbaikan ,"pungkasnya. (TIM)
