| Sekda Dompu, Gatot Gunawan saat menyampaikan sambutan Bupati Dompu |Foto Nas| |
Sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ketua DPRD beserta anggota, Dandim 1614 Dompu, Humas Polres Dompu, Kejari, Pengadilan Negeri Dompu, tokoh agama, tokoh masyarakat, wartawan sekabupaten Dompu ikut hadir dan memeriahkan acara sekali setahun tersebut. Mereka memberikan apresiasi terhadap hari ulang tahun pers.
Sekda, Gatot Gunawan PP, SKM.M.MKes mewakili bupati dalam menyampaikan sambutan. Menurutnya, orang nomor satu di daerah "Nggahi Rawi Pahu" tidak bisa menghadiri hari ulang tahun pers lantaran dirinya sibuk dengan agenda yang sangat penting.
"Bupati menyampaikan permohonan maaf pada semua tamu lebih khusus insan pers karena tidak bisa hadir," ungkap Gatot Gunawan.
Keterlibatan awak media dalam menyampaikan berbagai macam informasi terutama berkaitan dengan kemajuan suatu daerah. Fenomena-fenomena yang terjadi di suatu daerah tentunya akan mampu digambarkan oleh insan pers.
Berita yang mendidik, berimbang serta enak dibaca menjadi hal yang terpenting yang harus dimiliki oleh setiap wartawan. Isi berita berimbang atau mendidik akan mampu mengajarkan pada semua lapisan masyarakat termasuk di antaranya anak usia sekolah.
Gatot berharap pers dan pemerintah daerah menjalin kerja sama dalam membangun daerah itu sendiri. "Pemerintah dan pers harus tetap bersinergi," kata Gatot Gunawan.
Usai berdoa, hal yang tidak terduga terjadi. Seketika percekcokan antara dua wartawan hingga menyebabkan suasana menjadi ricuh.
Dalam ruang aula, salah seorang wartawan media cetak berlari ke arah wartawan yang lainnya dan mendorongnya lalu sempat ingin memukulnya. Suasana semakin memanas, sebagian tamu meleraikan namun yang lain ikut terpancing emosi.
Ada yang mengakat kursi untuk ditimpakannya pada orang lain namun hal tersebut bisa diatasi. Teriakan demi teriakan memenuhi ruang hingga ketua IPJI, PWI, MIO, pimpinan OPD, TNI, Polri serta yang lainnya kebingungan terhadap persolan tersebut, pasalnya, sebelum itu pelaksanaan hari ulang tahun pers nasional berjalan dengan hikmat, tiba-tiba suasananya berubah.
Tampak oleh mata salah seorang membawa kue yang diatasnya terdapat lilin menyala. Ternyata keributan yang dilakukan oleh sejumlah wartawan merupakan setingan belaka untuk memeriahkan Hari Lahir Pers Nasional.
Ucapan selamat ulang tahun dan nyanyian "tiup lilinnya" membuat suasana menjadi meriah. Selamat Hari Pers Nasional. (Nas/Yos)