| Puluhan wartawan bersama Kapolres Dompu, AKBP Iwan Hidayat S.IK di Aula Polres |Foto Nas| |
Revolution, Dompu - Puluhan wartawan dari berbagai media baik media cetak serta media eletronik (online dan televisi) menghadiri "Silaturahmi Kapolres Dompu, AKBP Iwan Hidayat S.IK Dengan Wartawan Kabupaten Dompu". Acara yang dilaksanakan di ruang Aula Polres tersebut, sejumlah awak media mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan saran serta kritikan guna mendapatkan solusi terbaik dalam membangun daerah, Kamis (9/12/2021).
Salah seorang wartawan pada kesempatan itu memberikan masukan terkait tingkat kejahatan anak di bawah umur akhir-akhir ini memprihatinkan, khususnya kasus panah. Perlunya pencegahan dini sehingga hal demikian tidak terjadi.
"Kasus perkelahian antar siswa atau kasus panah yang dilakukan anak dibawah umur sering terjadi. Ini menjadi perhatian bersama, ungkap pria yang biasa disapa Emo.
Kapolres sendiri akan berusaha mencegah terjadinya kasus tersebut khususnya perkelahian antar siswa. Pihaknya akan berupaya berkoordinasi atau bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) guna mendapatkan ruang untuk memberikan materi pembelajaran pada sejumlah sekolah yang rawan perkelahian.
"Makanya kami tawarkan mudah-mudah ini direstui oleh Pemda kita, buat polisi mengajar, yaitu memberikan wawasan kebangsaan di SMA atau SMK terutama di daerah yang sering terjadi street crime (kejahatan jalanan). Tidak semua sekolah diberlakukan hal demikian," ungkap Kapolres Dompu, AKBP Iwan Hidayat.
Dia juga menambahkan bahwa dirinya perlu dukungan dari berbagai pihak terutama awak media. Media pemberitaan menjadi corong sosialisasi kegiatan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian Resort Dompu.
"Kami perlu dukungan dari beberapa elemen salah satunya hubungan dengan wartawan untuk publikasi, minimal diketahui oleh orang tuanya," tutur Iwan Hidayat.
Ketua MIO Dompu berharap pada Kapolres baru untuk memberikan akses konfirmasi pada wartawan. Hal itu untuk mempermudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
"Saya berharap Kapolres bisa memberikan nomor khusus yang bisa dihubungi satu kali dua puluh empat jam," harap Sarwon Alkham.
Atas permintaan ketua Mio, Kapolres menyanggupinya. (Nas)