Hubungan Bupati dan Wakil Jadi Sorotan, Diduga Saling Membelakangi -->

Header Menu

Hubungan Bupati dan Wakil Jadi Sorotan, Diduga Saling Membelakangi

Rabu, 08 April 2026

Hubungan Bupati dan Wakil Jadi Sorotan, Diduga Saling Membelakangi


Revolution Dompu. – Dinamika pemerintahan di Kabupaten Dompu kembali menjadi sorotan. 


Hubungan antara Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE, dan Wakil Bupati, Sirajuddin, SH, disebut-sebut tidak lagi harmonis dan terkesan saling membelakangi dalam berbagai agenda pemerintahan.


Indikasi ketidakharmonisan ini terlihat dari jarangnya kedua pimpinan daerah tersebut tampil bersama dalam kegiatan resmi.


Pada sejumlah momentum penting, seperti acara Salam Salama dan Halal Bihalal dalam rangka Ramadan 1447 Hijriah (2026 Masehi), hingga pembukaan pawai Hari Ulang Tahun (HUT) Dompu, keduanya tampak tidak hadir secara bersamaan.


Bahkan, dalam kegiatan rapat paripurna yang digelar oleh DPRD Dompu beberapa waktu lalu, Wakil Bupati dikabarkan tidak menghadiri agenda tersebut, yang semakin memperkuat asumsi publik mengenai renggangnya hubungan keduanya.


Bupati Bambang Firdaus terlihat lebih sering menghadiri kegiatan secara mandiri tanpa didampingi wakilnya. 


Di sisi lain, Wakil Bupati Sirajuddin tetap menjalankan tugas pemerintahan dengan fokus pada program pembangunan, meskipun tidak banyak terlihat bersama Bupati dalam satu forum resmi.


Seorang perwakilan LSM di Dompu yang enggan disebutkan namanya menilai bahwa hubungan keduanya mulai merenggang sejak munculnya persoalan yang sempat viral di media sosial. 


Isu tersebut disebut-sebut berkaitan dengan dugaan kasus pribadi yang menyeret nama Bupati, sehingga memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat dan berdampak pada hubungan internal pemerintahan.


“Kami melihat sejak adanya persoalan yang viral itu, hubungan antara Bupati dan Wakil tidak lagi terlihat akur.


 Bahkan terkesan saling membelakangi,” ujarnya.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. 


Mereka menilai, ketidakharmonisan antara Bupati dan Wakil Bupati dapat mengganggu stabilitas pemerintahan serta menghambat jalannya program pembangunan daerah.


Masyarakat pun berharap agar kedua pemimpin tersebut dapat segera memperbaiki komunikasi dan kembali membangun sinergi demi kemajuan Dompu.


“Harapan kami, keduanya bisa kembali bersatu. Dompu membutuhkan kepemimpinan yang kompak agar pembangunan bisa berjalan maksimal,” tambahnya.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Bupati maupun Wakil Bupati terkait isu ketidakharmonisan yang berkembang di tengah masyarakat.(RV.01)